Apa itu Laba Kena Pajak? | Pengertian, Jenis dan Perhitungannya

Penghasilan Kena Pajak disebut sebagai kompensasi badan usaha atau orang pribadi untuk mengetahui kewajiban perpajakan. Untuk menentukan berapa banyak organisasi atau individu harus membayar pemerintah untuk tahun pajak tertentu, pendapatan kotor atau pendapatan total digunakan sebagai dasar perhitungan. Satu poin penting adalah bahwa Penghasilan Kena Pajak tidak hanya mencakup gaji individu tetapi hanya mempertimbangkan bentuk kompensasi lain seperti bonus, tip, komisi, tunjangan, dan capital gain.

Penghasilan ini mencakup semua kategori kompensasi yang berupa jasa, uang tunai, dan bahkan properti. Setiap penghasilan dimasukkan dalam laporan SPT dan dikenakan pajak kecuali undang-undang mengecualikan penghasilan dari kewajiban perpajakan. Contohnya adalah upah, gaji, opsi saham, bunga dari bank, dividen, sewa yang diperoleh dari properti pribadi, dan kompensasi pengangguran.

Jenis Penghasilan Kena Pajak

1. Pendapatan Bisnis dan Investasi

Wiraswasta juga harus membayar pajak dari pendapatan yang mereka peroleh dari bisnis mereka. Ini termasuk pendapatan dari sewa dan pendapatan kemitraan.

2. Tunjangan dan Kompensasi Karyawan

Jenis Penghasilan Kena Pajak ini meliputi gaji, tunjangan dan upah. Penghasilan Kena Pajak ini adalah yang paling umum.

3. Penghasilan Kena Pajak Lain-Lain

Penghasilan yang tidak termasuk penghasilan lain-lain termasuk dalam Penghasilan Kena Pajak Lain-Lain. Beberapa contoh adalah asuransi jiwa, manfaat kematian, dan hutang yang dibatalkan. Beberapa pendapatan lain dalam kategori ini adalah tunjangan, pendapatan yang diperoleh dari hobi, dan perdagangan barter.

Perhitungan Penghasilan Kena Pajak

Musim pajak berarti sekarang setiap orang harus menghitung berapa yang harus mereka bayar dengan menentukan total pendapatan mereka untuk periode tersebut. Beberapa orang melakukan tugas ini dari akuntan dan beberapa menghitung jumlah pajak mereka sendiri.

x
2D vs 3D