Perbedaan Barang Konsumsi dan Barang Modal (Dengan Tabel)

Dalam ilmu ekonomi, barang adalah sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Terutama dalam ekonomi modern, ada 2 jenis barang: barang konsumsi dan barang modal.

Barang konsumsi didefinisikan sebagai barang habis pakai yang tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut. Konsumen juga dapat langsung menggunakan atau mengkonsumsi barang tersebut. Misalnya: snack, roti, air mineral, pasta gigi, sampo, kopi, cookies, teh dan masih banyak lagi.

Barang modal adalah barang-barang yang perlu diproses lebih lanjut dan biasanya diproduksi dari produsen. Mereka biasanya datang dalam jumlah besar dan contohnya termasuk komoditas seperti kayu, kayu gelondongan, emas, dan bahan setengah mentah. Orang biasanya menyimpannya di inventory atau gudang sebagai stok untuk diproses lebih lanjut atau untuk investasi.

Barang Konsumsi vs Barang Modal

Itu perbedaan antara Barang Konsumsi dan Barang Modal adalah barang konsumsi adalah barang yang digunakan oleh konsumen dan tidak memiliki kegunaan produktif di masa depan, sedangkan barang modal adalah barang yang digunakan oleh satu bisnis untuk membuat produk yang dapat digunakan oleh bisnis lain untuk membuat barang konsumsi.

Contoh barang konsumsi adalah pakaian, kendaraan, dan makanan dan contoh barang modal adalah mesin, properti, dan peralatan.

Inti dan satu-satunya perbedaan antara barang konsumsi dan barang modal adalah penggunaannya. Contoh merek produsen yang memproduksi barang Konsumen adalah Indofood, Wings, ITC, Orang Tua, Unilever, Lions, Coca-Cola dan masih banyak lagi.

Mereka menghasilkan barang-barang yang biasa digunakan oleh sebagian besar orang. Barang-barang konsumsi dari perusahaan-perusahaan ini termasuk barang-barang seperti permen, wafer, pasta gigi, air manis, sabun, rokok, makanan siap saji. Di era modern sekarang ini banyak produsen yang berinovasi dan merubah kategorinya menjadi fast moving consumer goods, karena siklus dari konsumen, produksi dan pengiriman memang cepat.

Tim pemasaran menetapkan strategi penjualan dengan bekerja sama dengan pengecer dan grosir untuk membuat produk mereka tersedia dan dapat dijangkau oleh semua orang.

Sedangkan untuk barang modal tidak bisa langsung dikonsumsi, harus diproses oleh produsen sebelum menjadi konsumsi. Contoh produsen termasuk perusahaan kereta api, pengembang properti, pabrik pengerjaan kayu, perusahaan minyak dan gas, dan kemungkinan besar perusahaan milik negara.

Tabel Perbandingan Antara Barang Konsumsi dan Barang Modal

Parameter PerbandinganBarang konsumsiBarang modal
BerartiBarang yang dikonsumsi oleh pengguna akhirBarang diolah untuk menghasilkan barang konsumsi
PemasaranBisnis ke konsumenBisnis ke bisnis
TujuanDibeli untuk konsumsi pribadiDibeli untuk membuat produk lain atau produk akhir
PembeliKonsumenProdusen
PermintaanTinggiKurang
Penyimpanan atau TabunganPenyimpanan rumah (lemari es, meja, dapur)Gudang, inventaris

Apakah Barang Konsumen itu?

Dalam Ilmu Ekonomi, setiap produk atau komoditas berwujud yang diproduksi untuk memenuhi dan memenuhi kebutuhan pasar disebut barang konsumsi. Itu juga dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis seperti barang tahan lama, barang tidak tahan lama, dan jasa.

Barang tahan lama biasanya memiliki rentang hidup yang signifikan, seringkali tiga tahun atau lebih seperti baterai, remote control, furnitur, dan kemungkinan besar elektronik.

Sedangkan barang tidak tahan lama akan kadaluarsa dalam hitungan bulan sampai 1 tahun seperti makanan dan minuman, pakaian, sabun, dan kebutuhan pekerjaan rumah tangga.

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa jasa bukanlah bagian dari barang konsumsi, tetapi itu tidak benar. Layanan yang dihadapi konsumen adalah produk atau tindakan tidak berwujud yang dikonsumsi secara bersamaan.

Contohnya termasuk potongan rambut, perbaikan mobil, lansekap, pemasaran-penjualan, dan desain rumah atau web.

Apa itu Barang Modal?

Sedangkan barang konsumsi berakhir setelah penyerahan ke pengguna akhir, barang modal masih perlu diproses sebelum dapat digunakan. Pengguna barang modal biasanya adalah perusahaan lain yang nantinya akan memproduksi barang konsumsi (inilah yang kami sebut business to business B2B).

Ada 3 jenis barang Modal: Properti, Pabrik, dan Peralatan (aset tetap).

Contoh barang modal adalah gedung, pabrik, mesin, kendaraan, dll. Dan contoh barang modal yang digunakan untuk usaha jasa adalah masker rambut yang digunakan oleh hairstylist, komputer yang digunakan oleh web designer, dll.

Layaknya barang konsumsi, barang modal juga diklasifikasikan sebagai aset berwujud, karena dapat diukur, memiliki nilai moneter, dan biasanya berbentuk fisik.

Perbedaan Utama Antara Barang Konsumsi dan Barang Modal

Penggunaan dan konsumsi

Perbedaan utama antara 2 jenis barang ini adalah dalam penggunaannya. Barang konsumsi dapat langsung digunakan tanpa proses lebih lanjut, namun barang modal perlu diproses lebih lanjut.

Meskipun kedua produk diproduksi untuk digunakan, keduanya diproduksi untuk tujuan yang berbeda.

Barang modal digunakan oleh produsen untuk menghasilkan produk jadi yang kita sebut barang konsumsi, dan barang konsumsi biasanya digunakan untuk konsumsi sehari-hari atau umum secara langsung.

Penghematan dan penyimpanan

Cara menyimpan kedua barang tersebut juga berbeda. Barang konsumen disimpan di lemari es, kabin atau meja dan barang modal disimpan di inventaris atau gudang.

Jumlah penyimpanan barang modal kemungkinan besar lebih besar daripada barang konsumsi.

Permintaan dan harga

Barang konsumen biasanya murah dan bergantung pada permintaan pasar. Barang modal lebih mahal, tetapi harganya lebih stabil, karena permintaan yang lebih rendah.

Kesimpulan

Barang konsumen dan barang modal adalah dua hal yang berbeda namun produk akhir ada di tangan konsumen.

Barang konsumen dalam hal aliran rantai dan pasar jauh lebih tinggi daripada barang modal karena penggunaan dan permintaannya.

Barang konsumsi mudah dijangkau konsumen namun barang modal harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Barang konsumsi adalah produk berwujud yang mempunyai kegunaan utama untuk memenuhi kebutuhan saat ini, sedangkan barang modal tidak untuk dikonsumsi secara langsung tetapi dibeli untuk dijadikan produk konsumsi lainnya.

Dalam hal daya tahan, barang modal memiliki umur yang lebih panjang dan sebagian besar menjadi investasi sedangkan barang konsumsi relatif pendek karena penggunaan pribadi.

Dalam perekonomian mana pun, ada fluktuasi yang secara langsung memengaruhi harga dan aliran pasar. Barang-barang konsumen biasanya mengikuti arus sementara barang modal relatif stabil dan cenderung naik dari waktu ke waktu.

Referensi

  1. https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-1-349-81529-6_9
  2. https://academic.oup.com/oep/article-abstract/15/3/217/2360262
  3. https://www.ingentaconnect.com/content/mcb/007/1993/00000007/00000003/art00005
x
2D vs 3D