Perbedaan Antara Preview dan Review (Dengan Tabel)

Review dan Preview masing-masing adalah aftermath dan foretaste dari suatu peristiwa. Sebuah acara memiliki pratinjau dan ulasannya.

Pratinjau vs Ulasan

Perbedaan antara pratinjau dan ulasan adalah bahwa ulasan bersifat subjektif sedangkan pratinjau bersifat objektif, yaitu ulasan berbasis opini dan pratinjau berbasis fakta.

Tinjauan adalah penilaian kritis, evaluasi, atau penilaian acara sedangkan pratinjau memberi pikiran kita rasa dari apa yang diharapkan sebelum acara aktual terjadi.

Sebuah review adalah deskripsi rinci dari acara dicampur dengan pendapat reviewer. Ini menggambarkan peristiwa dalam bentuk penilaian atau penilaian. Pratinjau adalah cuplikan dari acara yang sebenarnya. Ini memberi tahu penonton atau pembaca tentang acara tersebut tanpa membocorkan detailnya. Pratinjau bertindak sebagai undangan kepada penonton untuk terlibat dengan acara tersebut.


 

Tabel Perbandingan Antara Preview dan Review (dalam Bentuk Tabular)

Parameter PerbandinganULASANPRATINJAU
Definisi sebagai kata bendaPenilaian kritis dari sebuah buku, drama, film, dll. Yang diterbitkan dan dicetak di berbagai surat kabar atau majalah.Kesempatan untuk melihat sesuatu seperti film, penemuan atau pameran sebelum dibuka atau tersedia untuk umum
Definisi sebagai kata kerjaUntuk menulis evaluasi kritis terhadap karya seni baru, Untuk survei; untuk melihat secara luas.Tindakan menampilkan produk (seperti film, buku, dll) sebelum dibuat layak atau terbuka untuk penonton.
Fakta dan opiniReview adalah penjelasan rinci dari acara tersebut. Itu berargumen dan mengevaluasi acara berdasarkan suka dan tidak suka dari kritikus. Review adalah penilaian kritikus atas acara tersebut.Pratinjau akan tetap berpegang pada fakta dan tidak terlibat dalam informasi berbasis opini apa pun. Itu hanya memberikan gambaran awal tentang apa kejadian sebenarnya dan tidak memberikan penilaian.
Dampak pada AudiensReview adalah setelah acara dan ditulis setelah acara selesai.Pratinjau memberi penonton cuplikan dari apa yang diharapkan dari acara tersebut.
TujuanTujuannya adalah untuk memberikan gambaran rinci tentang acara tersebut kepada penonton dan memberi mereka kosa kata untuk mendiskusikan acara tersebut.Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada audiens tentang acara tersebut dan membantu mereka memutuskan apakah mereka ingin terlibat atau tidak

 

Apa itu Pratinjau?

Pratinjau adalah rasa pendahuluan dari sebuah pertunjukan, film, buku, sandiwara, pameran, atau acara. Motif di balik Pratinjau adalah agar penonton merasakan seperti apa acara tersebut nantinya. Bisa verbal atau non-verbal.

  1. Pratinjau lisan

Mereka ditulis sebelum pertunjukan berlangsung. Ini menjawab pertanyaan terkait di mana dan kapan tentang pertunjukan. Ini secara singkat berbicara kepada Anda tentang alur cerita pertunjukan, pertunjukan, dan tempat berlangsungnya pertunjukan. Ini sangat mirip dengan cerita fitur.

Sebagai contoh -

Untuk menulis pratinjau, orang biasanya mewawancarai orang-orang yang terlibat dalam pertunjukan. Sutradara dapat menjelaskan cerita pertunjukan, detail musik dapat diberikan oleh artis musik dan aktor dapat berbicara tentang motivasi dan inspirasi di balik penampilan mereka. Kutipan oleh orang-orang dari acara tersebut disertakan dalam pratinjau yang ditulis sebagai orang ketiga.

Saat menulis pratinjau, penting untuk memiliki sentuhan unik atau sudut yang tidak biasa untuk membuat cerita menjadi salah satu dari jenisnya.

Tujuan utama dari pratinjau adalah untuk menarik penonton ke pertunjukan dan membujuk mereka untuk hadir.

  • Pratinjau non-verbal

Mereka adalah audio-visual. Mereka biasanya melibatkan cuplikan atau puncak pendek ke dalam peristiwa atau pertunjukan aktual. Beberapa jenis pratinjau non-verbal adalah - cuplikan, iklan, promosi, dll.

 

Apa itu Review?

Review ditulis atau dilakukan setelah acara selesai atau dihadiri. Ini adalah evaluasi atau penilaian acara dan sering membantu dalam membuat perubahan dalam acara tersebut. Ulasan bersifat subjektif dan sangat beropini.

Ulasan tersebut berbicara tentang seluk-beluk pertunjukan atau acara. Ini memberi pembaca atau pemirsa wawasan mendalam tentang acara yang dicampur dengan pendapat kritikus.

Sebagai contoh -

Ketika seorang reviewer menghadiri sebuah pertunjukan, review yang ditulis biasanya merupakan penilaian dari acara tersebut dan menentukan apakah itu berhasil atau gagal. Performa dan teknis dievaluasi serta bagian baik dan buruk dari pertunjukan ditulis.

Review tersebut hanya menyebutkan secara singkat plot atau cerita dari kejadian tersebut tetapi tidak masuk ke dalam seperti preview. Ini mencakup penilaian arahan, produksi, penampilan aktor individu, musik, skenario, efek khusus, dan pengaturan.


Perbedaan Utama Antara Pratinjau dan Ulasan

  1. Kedua kata tersebut memiliki arti literal yang berbeda. Review adalah hasil dari acara dan Preview berarti awal dari sebuah acara.
  2. Perbedaan utamanya adalah - ulasan bersifat subjektif dan pratinjau bersifat objektif
  3. Ulasan bersifat beropini sedangkan Pratinjau bersifat faktual
  4. Review tidak berbicara tentang alur cerita, melainkan menggambarkan sifat dari peristiwa yang ditafsirkan oleh kritikus. Pratinjau menggambarkan alur cerita acara dan memberi tahu kami tentang apa acara itu sebenarnya.
  5. Review adalah deskripsi acara. Pratinjau bertindak sebagai undangan ke acara tersebut.

 

Kesimpulan

Pratinjau dan ulasan keduanya terkait dengan 'acara'. Sementara yang satu terjadi sebelum acara, yang lainnya terjadi setelah acara. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah pratinjau bersifat objektif, sedangkan ulasan bersifat subjektif. Pratinjau datang dalam bentuk jenis verbal dan non-verbal seperti pratinjau tertulis atau trailer dan iklan.

Review ditulis atau dilakukan oleh seorang kritikus. Oleh karena itu untuk menyimpulkan, pratinjau adalah cuplikan acara dan menampilkan alur cerita acara secara singkat. Review adalah evaluasi, penilaian, dan analisis suatu kejadian berdasarkan pendapat kritikus.


Referensi

  1. http://www.ryanphotographic.com/Ryan_&_Ryan_2006_pp43-57.pdf
  2. https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-94-017-0389-5_6
x
2D vs 3D