Perbedaan Antara Teologi dan Studi Agama (Dengan Tabel)

Teologi dan studi agama adalah dua cabang dari akademisi. Gagasan umum berlaku bahwa keduanya adalah studi tentang dewa dan agama, tetapi itu tidak benar. Tema dari kedua kasus ini sangat berbeda satu sama lain. Penjelasan rinci tentang keduanya mungkin menghapus kebingungan.

Teologi vs Studi Agama

Perbedaan antara teologi dan studi agama adalah bahwa teologi berfokus pada studi sistematis tentang kekuatan ilahi atau kekuatan supernatural, dan studi agama berfokus pada dimensi manusia dari agama daripada ritual dan kitab suci yang dibuat manusia.

Teologi adalah studi sistematis yang dilakukan di universitas tentang sifat ketuhanan dan kepercayaan agama. Teologi mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan dalam agama. Teologi berpikir tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dan tentang agama. Teologi berusaha menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu melalui nasihat ilahi.

Studi agama, atau studi agama, adalah bidang akademik yang didedikasikan untuk penelitian tentang keyakinan dan perilaku agama. Tidak dilihat dari satu sudut pandang agama. Sebaliknya, ia mempelajari berbagai agama dan sejarah mereka. Metode penelitian ini meliputi studi agama berdasarkan antropologi, sosiologi, psikologi, dan filsafat.

Tabel Perbandingan Antara Ilmu Teologi dan Ilmu Agama

Parameter PerbandinganTeologiStudi Agama
Definisi Teologi adalah studi sistematis yang dilakukan di universitas tentang sifat ketuhanan dan kepercayaan agama.Studi agama adalah bidang akademik yang didedikasikan untuk penelitian tentang keyakinan dan perilaku agama.
menganalisisTeologi bekerja dengan analisis ritual keagamaan dan teks atau kitab suci dan mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang berkaitan dengan ketuhanan.Studi agama berurusan dengan latar belakang dan sejarah agama daripada kepercayaan dan kitab suci.
FungsiPara teolog bekerja dengan gagasan untuk membuktikan fakta dan kebenaran yang telah diberikan oleh para pemimpin agama dalam kitab suci agama. Studi Agama bekerja dengan latar belakang agama-agama pada masa tertentu dan membentuk teori tentang masyarakat berdasarkan psikologi dan sosiologi.
KeyakinanSeorang teolog perlu percaya pada agama untuk membuktikan apa yang disebut faktanya.Seseorang yang mengejar studi agama tidak perlu percaya pada agama apa pun.
FokusTeologi hanya berfokus pada agama dan kitab sucinya. Studi agama tidak mempelajari agama. Ini mempelajari latar belakang waktu tertentu dan menilai situasi saat itu.

Apa itu Teologi?

Kata teologi berasal dari kata Yunani. Arti harfiahnya adalah 'firman tuhan'. Disiplin akademik ini dipelajari di universitas-universitas, seminari-seminari serta sekolah-sekolah ketuhanan. Teologi memungkinkan pemahaman konsep dan praktik keagamaan secara lebih memadai.

Para teolog mempelajari berbagai ritual, upacara, dan kitab suci agar mereka lebih mengenal kuasa ilahi. Kekuatan ilahi ini bisa menjadi dewa atau dewa, tergantung pada agama. Teologi adalah studi sistematis tentang kepercayaan ilahi dan agama.

Para teolog mendiskusikan kitab suci dan mengembangkan berbagai argumen hipotetis. Para teolog berusaha menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan. Misalnya, jika pertanyaannya adalah 'bagaimana mencapai keselamatan, maka seorang teolog akan berusaha mencari jawabannya berdasarkan agama tertentu yang dianutnya. Jadi jika para teolog berkonsultasi dengan agama Buddha, maka mereka dapat mencari jawaban atas pertanyaan tersebut berdasarkan petunjuk yang diberikan dalam kitab suci agama Buddha.

Apa itu Studi Agama?

Studi agama tidak mempelajari agama. Subjek ini mengamati latar belakang waktu tertentu dan menilai situasi saat itu, dan mencoba mengevaluasi mengapa orang memilih satu agama tertentu daripada yang lain.

Ini mempelajari perilaku dan institusi. Ini menggambarkan dan menjelaskan agama dan membandingkannya satu sama lain. Mata kuliah ini mengadopsi perspektif lintas budaya.

Untuk menjelaskan hal ini dengan sebuah contoh, kita dapat mengatakan bahwa ia akan mempelajari wilayah tertentu pada periode tertentu dan melihat agama mana yang paling populer dan memiliki pengaruh besar pada masyarakat dan mengapa.

Ini akan mencoba untuk meneliti dan menjelaskan mengapa agama tertentu tumbuh lebih kuat dari yang lain dalam satu periode. Jika suatu agama menjadi tersebar luas karena menawarkan keselamatan dengan mudah, maka studi agama akan berusaha menemukan penyebab di balik obsesi untuk mendapatkan keselamatan di antara orang-orang saat itu. Kajian ini akan menghubungkan sosiologi, filsafat, dan psikologi dengan agama.

Perbedaan Utama Antara Teologi dan Studi Agama

  1. Teologi adalah studi sistematis yang dilakukan tentang sifat dewa, dewa, dan ritus dan tradisi keagamaan. Di sisi lain, studi agama adalah bidang akademik yang didedikasikan untuk penelitian tentang keyakinan, perilaku, dan latar belakang agama.
  2. Teologi menganalisis ritual keagamaan dan teks atau kitab suci dan mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang berhubungan dengan ketuhanan. Sedangkan studi agama menganalisis latar belakang dan sejarah agama-agama daripada kepercayaan dan kitab suci.
  3. Seseorang perlu percaya pada agama untuk membuktikan fakta-fakta yang disebutkan dalam kitab suci. Tetapi seseorang tidak perlu percaya pada agama apa pun untuk mempelajari studi agama. Sebaliknya lebih baik jika orang tersebut tidak memiliki kecenderungan terhadap agama apapun.
  4. Teologi mencoba membuktikan bahwa agama memiliki makna dan manusia dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dengan bantuan mereka. Sebaliknya, studi agama hanya meneliti agama dalam konteks masyarakat dan peradaban.
  5. Teologi hanya berfokus pada agama dan kitab sucinya. Sedangkan studi agama fokus pada sejarah, filsafat, psikologi, dan sosiologi yang berhubungan dengan agama. Ini mempelajari latar belakang waktu tertentu dan menilai situasi saat itu, dan mencoba mengevaluasi mengapa orang memilih satu agama tertentu daripada yang lain.

Kesimpulan

Agama sangat signifikan di antara massa. Agama bertindak sebagai penenang bagi orang-orang biasa. Orang berpegang teguh pada agama untuk menemukan makna dalam hidup mereka. Agama menawarkan harapan dan aspirasi kepada orang-orang. Teologi membantu dalam hal ini karena ia mencoba menemukan semua solusi dari buku-buku agama.

Studi agama, di sisi lain, lebih fokus di luar buku-buku agama. Ini mempelajari dan mengamati masyarakat dan kepercayaannya daripada kitab suci dan ritual. Kedua aliran akademisi ini memiliki nilai dan memenuhi tujuannya secara memadai.

Referensi

  1. https://academic.oup.com/jaar/article-abstract/XLVI/1/3/687201
  2. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=k85JKr1OXcQC&oi=fnd&pg=PR9&dq=Theology+and+Religious+Studies&ots=35FYPGQ3kb&sig=YyX1cQgyIbQh5xaQ9fbMX42F-68
x
2D vs 3D