Perbedaan Antara Utopia dan Distopia (Dengan Tabel)

Istilah utopia dan distopia terkait dengan fiksi dan sastra. Istilah utopia diciptakan oleh Sir Thomas More dalam bukunya tahun 1516 berjudul "Utopia". Kata-kata bertindak sebagai antonim satu sama lain. Baik istilah dan karakteristiknya telah digunakan dalam fiksi berkali-kali dan telah terbukti dapat diterima.

Utopia vs Distopia

Perbedaan antara Utopia dan distopia adalah bahwa Utopia adalah ketika masyarakat dalam keadaan ideal dan sempurna, dan distopia adalah kebalikan dari Utopia, yaitu ketika kondisi masyarakat sangat tidak menyenangkan dan kacau. Kedua masyarakat ini imajiner.

Utopia adalah keadaan masyarakat yang ideal, di mana tidak ada penderitaan. Masyarakat di sana penuh dengan prospek dan peluang, dan tidak ada orang yang tidak bahagia atau putus asa di sana. Masyarakat utopis memiliki kualitas yang hampir sempurna bagi warganya. Dalam bukunya "Utopia", Thomas More menggambarkan sebuah pulau fiksi dan aturan serta gaya hidupnya.

Distopia adalah kebalikan dari Utopia, di mana semuanya kacau dan tidak teratur, tidak ada yang baik di sana, dan tidak diinginkan sama sekali. Distopia menunjukkan deklinasi masyarakat. Masyarakat distopia tidak manusiawi, dipenuhi dengan pemerintahan tirani, dan menghadapi bencana lingkungan.

Tabel Perbandingan Antara Utopia dan Distopia

Parameter Perbandinganutopiadistopia
Berarti Utopia adalah masyarakat imajiner yang tertata sempurna.Distopia adalah masyarakat yang disorientasi dan kacau balau.
CiriUtopia adalah negeri yang damai dengan warga yang disiplin.Situasi distopia bermusuhan dan penuh agitasi. Keributan tidak pernah membiarkan apa pun terjadi.
AlegoriUtopia adalah presentasi surga. Distopia adalah presentasi neraka.
FiturUtopia itu sistematis, tenang, bersih, teratur, adil, dan hal-hal terjadi dengan lancar di sana. Pemikiran dan kebebasan yang mandiri dapat dilihat dalam masyarakat utopis.Distopia adalah kebalikan dari utopia. Itu tidak seimbang, kacau, tanpa hukum, kotor, dan penuh kekerasan. Propaganda digunakan untuk mengontrol warga masyarakat distopia.
PemerintahUtopia tidak dikendalikan oleh sistem pemerintahan yang dibangun.Distopia diatur oleh pemerintahan tirani yang membuat warganya terus-menerus diawasi.
LingkunganUtopia menunjukkan konsep kembali ke alam. Mereka melestarikan alam dan alam.Alam hancur dalam distopia. Masyarakat distopia sangat maju dalam teknologi.

Apa itu Utopia?

Seperti disebutkan di atas, Utopia adalah masyarakat imajiner yang diciptakan oleh Thomas More adalah masyarakat yang sangat harmonis yang merupakan masyarakat yang sangat diinginkan untuk ditinggali. Utopia dipandu oleh komunisme. Uang dihapuskan, dan warga melakukan pekerjaan yang mereka sukai.

Warga negara benar-benar bebas di Utopia, memiliki kebebasan berbicara dan berpikir. Kekuasaan terbukti dikorupsi, sehingga masyarakat tidak dikendalikan oleh sistem pemerintahan yang dibangun. Warga tidak diperlakukan sebagai tunggal di sini. Utopia adalah konsep yang menyatukan warga sebagai masyarakat, sebagai komunitas.

Warga negara bebas dari rasa takut. Mereka hidup bersama dengan ramah. Harmoni berlaku dalam masyarakat ini. Utopia percaya pada konsep kembali ke alam. Mereka melestarikan alam dan alam.

Dalam hal teknologi, mereka merangkul beberapa inovasi teknologi yang meningkatkan pengalaman gaya hidup atau yang membuat pekerjaan menjadi nyaman. Tetapi masyarakat utopis tidak pernah sepenuhnya bergantung pada teknologi dan penemuannya. Mereka percaya teknologi adalah monster yang melahap manusia.

Warga Utopia memiliki sudut pandang moralistik. Mereka menjalani kehidupan yang jujur. Mereka merangkul dan mewujudkan cita-cita sosial.

Beberapa contoh masyarakat utopis dapat dilihat dalam buku-buku seperti “Utopia” oleh Thomas More dan “Gulliver's Travels” oleh Jonathan Swift.

Apa itu Distopia?

Seperti yang ditunjukkan sebelumnya, distopia adalah anti-utopia. Dalam fiksi, kita sering melihat bahwa utopia berubah menjadi distopia dengan berlalunya hari. Distopia benar-benar kacau. Tidak ada yang baik di sana. Pemerintah, rakyat, semua orang dikorupsi. Ini adalah mimpi buruk yang hidup.

Warga tidak bebas di sini. Mereka berada di bawah kendali pemerintah tirani yang menjaga warga di bawah pengawasan konstan. Warga ketakutan, dan situasinya mengerikan dan mengerikan.

Distopia menampilkan masyarakat kapitalis yang dikendalikan oleh produk sampingan, media, dan iklan. Setiap gerakan dan pemikiran warga berada di bawah pengawasan, dan mereka tidak memiliki sedikit kebebasan.

Isu bencana lingkungan juga bisa dilihat di sini. Distopia sering terbukti sangat maju dalam teknologi. Beberapa fiksi menunjukkan bagaimana teknologi ilmiah mengambil alih manusia. Manusia membungkuk dan menjadi tidak manusiawi. Dunia alami hancur dalam ilusi ini.

Beberapa contoh masyarakat dystopian dalam fiksi adalah "1984" dan "Peternakan Hewan" oleh George Orwell dan "Fahrenheit 451" karya Ray Bradbury.

Perbedaan Utama Antara Utopia dan Distopia

  1. Utopia adalah masyarakat imajiner yang memiliki tatanan dan harmoni yang sempurna, sedangkan distopia adalah ilusi anti-utopia. Distopia benar-benar kacau.
  2. Utopia adalah masyarakat yang disiplin. Ini melambangkan surga. Dan di sisi lain, distopia sama sekali tidak memiliki disiplin. Ini melambangkan neraka.
  3. Orang-orang mandiri di Utopia. Mereka memiliki kebebasan. Namun dalam distopia, orang dikendalikan oleh propaganda. Mereka tidak bebas. Mereka selalu berada di bawah pengawasan pemerintah.
  4. Utopia adalah masyarakat yang sistematis. Ia tidak dikendalikan oleh sistem pemerintahan yang dibangun. Sedangkan distopia diatur oleh pemerintahan yang tirani.
  5. Dalam utopia, warga melestarikan alam, tetapi dalam distopia, alam dihancurkan. Manusia menjadi tidak manusiawi dalam distopia dan sering ditunjukkan untuk dipimpin oleh robot dan komputer.

Kesimpulan

Dunia utopis dan distopia adalah istilah sastra. Kata-kata telah digunakan, dan dunia telah disajikan berkali-kali dalam fungsi dan film.

Utopia menunjukkan dunia ideal yang adil dan disiplin. Orang-orang pasti ingin hidup di dunia yang ideal seperti itu. Sebaliknya, masyarakat distopia menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran. Komunitas dystopian ketakutan, terjebak, dan berjuang untuk melarikan diri. Alam Utopia yang indah berubah menjadi tumpukan bahan yang rusak dan membusuk.

Dalam kebanyakan kasus, utopia berubah menjadi distopia. Utopia terhubung dengan alam, dan distopia dikaitkan dengan teknologi progresif, yang melampaui ras manusia dan memperbudak mereka.

Referensi

  1. https://www.degruyter.com/document/doi/10.1515/9781400834952.1/html
  2. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1111/j.0435-3684.2002.00121.x
x
2D vs 3D